Awas Hoaks! Konsumsi Obat Picu Hepatitis dan AIDS


Jumat, 12 Januari 2024 - 21:33 | kominfo.go.id

Jakarta Pusat, Kominfo - Beredar konten unggahan di media sosial Facebook dengan narasi mengonsumsi obat dapat menyebabkan penyakit hepatitis dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta dari kompas.com ternyata narasi yang mengeklaim konsumsi obat menyebabkan hepatitis dan AIDS itu hoaks.Penyebab AIDS adalah h Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan  menular melalui cairan manusia, seperti darah, air susu ibu, semen, dan sekresi vagina.  HIV juga dapat menyebabkan infeksi dari penyakit lain menjadi semakin parah seperti hepatitis C, hepatitis B, dan cacar monyet. Meskipun memperparah, hepatitis tidak menyebabkan AIDS.Sementara itu, penyebab seseorang menderita hepatitis yakni virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV), dan virus hepatitis E (HEV). Salah satu faktor risiko seseorang mengalami "penyakit kuning" adalah karena infeksi hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Dengan demikian, konsumsi obat tidak menyebabkan AIDS, hepatitis, dan penyakit kuning.Berikut laporan harian isu hoaks, dan disinformasi yang telah didentifikasi oleh Tim AIS Kementerian Kominfo, Jumat (12/01/2024):[HOAKS] Pemerintah Pusat Minta Kantor UNHCR di Indonesia Ditutup[HOAKS] Dokter yang Tangani Mirna Salihin Ditetapkan sebagai Tersangka[HOAKS] Konsumsi Obat Sebabkan Hepatitis dan AIDS[HOAKS] Surat Pembatalan Usulan Seleksi CPNS Permintaan Penambahan Pegawai di Kemenkumham NTT

Baca lebih lanjut di kominfo.go.id

^ scroll to top