Kolaborasi Berdayakan Perempuan Pendiri Perusahaan Rintisan Digital


Kamis, 31 Agustus 2023 - 12:03 | kominfo.go.id

Jakarta Pusat, Kominfo - Pemerintah berkolaborasi dengan ekosistem digital untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan perempuan pendiri perusahaan rintisan (start-up) di bidang teknologi dan digital. Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama FWD Insurance dan KUMPUL.id meluncurkan Program InnovateHer Academy agar dapat menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. “Selama ini perempuan kurang terepresentasi sebagai inovator dan pengambil keputusan di sektor teknologi sehingga sering kali teknologi diciptakan tanpa memasukkan pandangan dan kebutuhan perempuan. Lewat Program InnovateHer Academy diharapkan dapat  mendorong kesetaraan gender, membangun jejaring, memberikan kesempatan untuk perempuan pendiri startup, dan mengembangkan ekosistem yang inklusif di dunia bisnis digital,” ujar Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA, Lenny N. Rosalin dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta Pusat, Rabu (30/08/2023).Program InnovateHer Academy nantinya akan berlangsung selama 6 bulan dengan 3 (tiga) kegiatan, berupa: sosialisasi dan advokasi perspektif gender dalam bisnis, pengembangan modul dan bahan ajar kepemimpinan perempuan, serta pendampingan bisnis berbasis teknologi yang dipimpin perempuan. Menurut Deputi Lenny Rosalin, dalam program ini, perspektif gender juga akan dimasukkan mencakup lima isu utama, antara lain: kesetaraan gender, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penggunaan internet yang sehat, serta pemenuhan hak anak atas kesehatan termasuk pencegahan stunting.“Kami berharap para perempuan pelaku usaha rintisan dapat menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan perempuan di lingkup bisnis mereka,” ujarnya.Lebih jauh, InnovateHer Academy menurut Deputi Lenny dapat menjadi jawaban atas pengentasan tantangan kesenjangan gender (gender gap) antara perempuan dan laki-laki di Indonesia, yang antara lain dapat dilihat dari:  (a) Indeks Pembangunan Manusia (IPM), (b) Indeks Pembangunan Gender (IPG), (c) Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), (d) Indeks Ketimpangan Gender (IKG), (e) Global Gender Gap Index (GGGI). Melalui program ini, Lenny juga berharap dapat berdampak pada peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan hingga peningkatan ekonomi keluarga melalui pendapatan perempuan.“Progam ini membuka peluang bagi para pendiri perusahaan rintisan dalam pemberdayaan perempuan. Berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan SDM melalui pemanfaatan teknologi dalam lingkup kewirausahaan perempuan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia sehingga IPM, IPG, IDG, IKG, dan GGGI Indonesia bisa membaik,” jelas Lenny.Program InnovateHer Academy dibuka bagi perempuan pendiri perusahaan rintisan di lingkup area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) melalui proses seleksi. Sepuluh pendiri perusahaan rintisan perempuan yang terpilih akan mendapatkan pengetahuan praktis dan teknis dalam mengembangkan produk yang berkelanjutan dan terukur secara efisien, berhasil meluncurkan produk, serta membangun strategi bisnis yang menguntungkan. Hal tersebut dipaparkan melalui sesi pelatihan (masterclass) dan pendampingan (mentoring) yang berlangsung selama tiga bulan. Tahap akhir dari program ini adalah memaparkan bisnis dan pencapaiannya melalui sesi pitching dan business matching dengan investor yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pendanaan bagi perusahaan rintisan mereka.

Baca lebih lanjut di kominfo.go.id

^ scroll to top